Mojokerto, Al-Amin – Pondok Pesantren Al-Amin menerima kunjungan studi tiru dari Pondok Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah 2 Pandaan, Pasuruan, pada Kamis (30/7/2026). Kunjungan tersebut membahas pengelolaan bahasa asing, khususnya bahasa Arab dan bahasa Inggris, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan santri di lingkungan pesantren.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan diisi dengan diskusi mengenai pengelolaan program bahasa serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari santri. Lebih lanjut pihak Pondok Pesantren Nurul Falah 2 Pandaan juga berkeliling meninjau pembelajaran yang ada di kelas.
Dalam diskusi tersebut, Dewan pengasuh pesantren Al-Amin menjelaskan sejumlah program pembelajaran dan pembiasaan bahasa yang diterapkan kepada santri. Pembahasan tidak hanya mencakup kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga penggunaan bahasa Arab dan Inggris dalam aktivitas harian di lingkungan pesantren.
Pola pembiasaan menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam pengembangan kemampuan bahasa santri. Penggunaan bahasa asing secara rutin dalam komunikasi sehari-hari dinilai dapat membantu santri membangun keberanian untuk berbicara dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara bertahap.
Selain membahas sistem pembelajaran, kedua lembaga juga bertukar pengalaman mengenai pengelolaan kurikulum bahasa. Diskusi mencakup cara menyusun kegiatan pembelajaran, penerapan aturan penggunaan bahasa, serta upaya menciptakan lingkungan pesantren yang dapat mendukung santri untuk menggunakan bahasa Arab dan Inggris secara aktif.
Dari pihak Pondok Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah 2 Pandaan, rombongan turut menyampaikan pengalaman dalam mengembangkan program pendidikan di lingkungan pesantren. Salah satu pembahasan yang menjadi perhatian adalah keterkaitan antara program hafalan Al-Qur’an dan penguatan kemampuan bahasa santri.
Pertukaran pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan studi tiru. Kedua pesantren dapat saling melihat praktik yang telah diterapkan, kemudian mengambil hal-hal yang dinilai sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing lembaga.
Kunjungan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarlembaga pendidikan Islam. Silaturahmi melalui kegiatan studi tiru memberikan ruang bagi pesantren untuk bertukar gagasan mengenai pengembangan pendidikan, khususnya dalam menghadapi kebutuhan santri terhadap kemampuan berbahasa asing.
Kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris dinilai memiliki peran penting bagi santri dalam memperluas akses terhadap sumber pengetahuan. Bahasa Arab berkaitan erat dengan kajian keislaman, sedangkan bahasa Inggris dapat membantu santri mengakses berbagai informasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dari berbagai sumber.
Melalui kegiatan tersebut, Pondok Pesantren Al-Amin Putra dan Pondok Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah 2 Pandaan diharapkan dapat terus mengembangkan program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan santri. Hasil pertukaran pengalaman dalam kunjungan studi tiru juga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan program bahasa di masing-masing pesantren.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah antara kedua lembaga. Kunjungan studi tiru tersebut menjadi salah satu bentuk kerja sama dan pertukaran pengalaman antarpesantren dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Penguatan kemampuan bahasa asing diharapkan dapat membekali santri dengan kemampuan komunikasi yang lebih baik, sekaligus memperluas wawasan mereka dalam menghadapi perkembangan pendidikan dan kehidupan global.