Mojokerto, Al-Amin - Memasuki tahun ajaran 2026/2027, Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto menyambut santri baru dari berbagai daerah. Salah satunya Ammar Hafizh Al Khariy, santri asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang memulai perjalanan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto. Bagi Ammar, keputusan untuk mondok menjadi pengalaman baru karena ini merupakan pertama kalinya ia tinggal di pesantren. Ia mengaku sudah mulai kerasan dengan lingkungan barunya. Kehadiran banyak teman juga membuat suasana di Al-Amin terasa akrab.
“Perasaan saya sama saja seperti di rumah. Banyak teman,” ungkapnya saat menceritakan kesannya.
Ammar merupakan anak dari keluarga dengan tiga saudara. Ia datang dari Kupang, tempat keluarganya tinggal, sementara ibunya berasal dari Jawa Tengah dan bekerja di NTT. Ia juga memiliki saudara bernama Satria yang kini duduk di kelas 10.
Jauh dari rumah tidak membuat Ammar kehilangan semangat untuk belajar. Ia memilih Al-Amin dengan harapan dapat mencari ilmu sekaligus mendapatkan pengalaman baru. Kehidupan pesantren menjadi ruang baginya untuk belajar mandiri, beradaptasi, dan mengenal teman-teman dari berbagai daerah.
Di balik perjalanan barunya, Ammar juga membawa sebuah cita-cita. Ia ingin menjadi pilot dan berharap dapat memiliki kesempatan untuk bepergian serta mengunjungi berbagai tempat. Baginya, cita-cita tersebut menjadi salah satu alasan untuk terus belajar dan berkembang.
Dari Kupang menuju Mojokerto, perjalanan Ammar menjadi bagian dari cerita keberagaman santri Al-Amin. Semoga langkah barunya dipenuhi ilmu, persahabatan, pengalaman, dan keberkahan, serta mengantarkannya semakin dekat dengan cita-cita yang diimpikan.
Di lingkungan baru ini, ia dapat belajar hidup bersama, berbagi pengalaman, dan membangun keberanian untuk menghadapi tantangan selama menempuh pendidikan di Mojokerto. serta terus mengejar cita-cita.